Tim Arsitek: Adilla Husnaini, Bintang Bella Hide ListExpand List
Banteng Boarding House merupakan proyek hunian sewa yang dirancang dengan pendekatan arsitektur kontemporer, menekankan privasi, kenyamanan penghuni, serta pengolahan massa bangunan yang tegas namun tetap hangat. Bangunan ini berdiri di lingkungan perumahan padat, sehingga strategi desain diarahkan pada controlled openness—membuka ruang secukupnya tanpa kehilangan sense of privacy. Fasade bangunan memperlihatkan permainan massa dua lantai dengan komposisi geometris yang solid. Elemen yang paling dominan adalah tekstur grid di sisi kanan lantai dua yang menciptakan bentuk asimetris. Di sisi kiri, terdapat elemen volume menjorok dengan aksen tekstur bata tempel dengan warna yang acak menegaskan karakter arsitektur yang berlapis tanpa elemen dekoratif berlebihan.
Bangunan terdiri dari basement dan dua lantai, yang seluruhnya dirancang untuk menampung fungsi kos dengan sirkulasi jelas, area komunal memadai, dan efisiensi utilitas. Basement berisi 2 kamar tidur dengan akses langsung dari selasar bawah dan terhubung dengan taman. Penataan kamar di basement memanfaatkan kontur dengan tetap memberikan kenyamanan melalui ventilasi yang diperhitungkan dari void vertikal.
Lantai satu menjadi dasar aktivitas penghuni dengan fungsi campuran: Area parkir luas di bagian depan dengan overhang dari massa lantai dua, 6 kamar tidur yang tersusun linear di sepanjang selasar, dan dapur komunal untuk aktivitas masak penghuni. Lantai dua, berisi 8 kamar tidur tambahan dan ruang komunal besar sebagai area berkumpul, bekerja, maupun bersantai.
Banteng Boarding House
Hide ListExpand List
Banteng Boarding House merupakan proyek hunian sewa yang dirancang dengan pendekatan arsitektur kontemporer, menekankan privasi, kenyamanan penghuni, serta pengolahan massa bangunan yang tegas namun tetap hangat. Bangunan ini berdiri di lingkungan perumahan padat, sehingga strategi desain diarahkan pada controlled openness—membuka ruang secukupnya tanpa kehilangan sense of privacy. Fasade bangunan memperlihatkan permainan massa dua lantai dengan komposisi geometris yang solid. Elemen yang paling dominan adalah tekstur grid di sisi kanan lantai dua yang menciptakan bentuk asimetris. Di sisi kiri, terdapat elemen volume menjorok dengan aksen tekstur bata tempel dengan warna yang acak menegaskan karakter arsitektur yang berlapis tanpa elemen dekoratif berlebihan.
Bangunan terdiri dari basement dan dua lantai, yang seluruhnya dirancang untuk menampung fungsi kos dengan sirkulasi jelas, area komunal memadai, dan efisiensi utilitas. Basement berisi 2 kamar tidur dengan akses langsung dari selasar bawah dan terhubung dengan taman. Penataan kamar di basement memanfaatkan kontur dengan tetap memberikan kenyamanan melalui ventilasi yang diperhitungkan dari void vertikal.
Lantai satu menjadi dasar aktivitas penghuni dengan fungsi campuran: Area parkir luas di bagian depan dengan overhang dari massa lantai dua, 6 kamar tidur yang tersusun linear di sepanjang selasar, dan dapur komunal untuk aktivitas masak penghuni. Lantai dua, berisi 8 kamar tidur tambahan dan ruang komunal besar sebagai area berkumpul, bekerja, maupun bersantai.