RuKama Mugi

Lokasi: Pekalongan, Jawa Tengah
Tahun: 2023
Luas Tanah: 241m²
Luas Bangunan: 330m²
Prinsipal Arsitek: Jiwangga Putra Diaksa
Tim Arsitek: Expand List

RuKama Mugi lahir dari kebutuhan klien untuk menyatukan dua fungsi dalam satu lahan: hunian pribadi dan area kos yang produktif. Terletak di Pekalongan, kawasan pesisir yang akrab dengan tantangan banjir rob, desain ini tidak hanya berfokus pada efisiensi ruang, tetapi juga pada ketahanan bangunan terhadap lingkungan yang dinamis. Keputusan untuk membongkar struktur lama diambil karena kualitas bangunan dan tata letak yang tidak lagi relevan dengan fungsi baru. Solusi utama dihadirkan melalui permainan elevasi; area depan tetap sejajar dengan jalan untuk fungsi parkir dan ruang komunal, sementara area belakang dinaikkan satu meter sebagai lantai dasar hunian kos. Penerapan split-level ini menjadi respons teknis terhadap risiko genangan, sekaligus secara alami membentuk zonasi ruang yang jelas sejak langkah pertama memasuki bangunan.

Zonasi dikembangkan melalui pendekatan organisasi horizontal dan vertikal yang kontras namun terintegrasi. Unit rumah tinggal ditempatkan pada massa depan lantai atas untuk mengoptimalkan pengawasan serta aksesibilitas, sementara sepuluh kamar kos disusun secara linear di area belakang. Di antara kedua fungsi ini, sebuah ruang terbuka sengaja disisipkan di tengah tapak sebagai buffer transisi. Keberadaan ruang terbuka ini tidak hanya memisahkan area privat dari area sewa, tetapi juga berfungsi sebagai void yang memecah massa bangunan, memastikan cahaya alami dan sirkulasi udara menjangkau seluruh bagian terdalam tapak.

Keberadaan void ini menjadi jantung bagi sistem pencahayaan alami, memastikan cahaya matahari dapat memenetrasi hingga ke area terdalam bangunan. Secara bersamaan, celah ini berfungsi sebagai poros vertikal bagi pergerakan udara, di mana bukaan pada setiap ruang dirancang untuk mengoptimalkan ventilasi silang dari berbagai sisi. Pada lahan yang memanjang, keputusan untuk membagi massa bangunan menjadi strategi kunci; menjadikan ruang tetap terasa terang, memiliki aliran udara, dan tidak kehilangan kualitas huni.