Tim Arsitek: Ghozie Aliy Mukhtar, Aanisah Ayu Wulandari Hide ListExpand List
Seroja Living adalah rumah dua lantai seluas ±120 m² yang berdiri di atas lahan kompak ±94 m². Berada di tengah lingkungan permukiman yang padat, rumah ini merespons keterbatasan tapak dengan menghadirkan taman-taman kecil yang berfungsi sebagai sumber cahaya, udara, sekaligus ruang transisi. Pada lantai dasar, living, dining, dan kitchen dirancang sebagai satu rangkaian ruang yang saling terhubung. Bukaan kaca menghadap taman memungkinkan vegetasi menjadi bagian dari pengalaman interior, menciptakan kesan ruang yang lebih luas sekaligus menghadirkan keseimbangan antara keterbukaan dan privasi.
Lantai dua menjadi area yang lebih privat, dengan kamar tidur utama, kamar anak, serta ruang keluarga tambahan. Di antara kedua lantai, tangga tidak hanya berperan sebagai sirkulasi, tetapi juga menjadi ruang vertikal yang menghubungkan aktivitas, cahaya, dan pandangan dari satu lantai ke lantai lainnya.
Ekspresi fasad dibentuk melalui komposisi bidang sederhana berwarna terang, bidang batu berwarna gelap, dan bingkai kayu yang menaungi teras lantai dua. Permainan bidang solid dan void menciptakan lapisan privasi sekaligus memberikan karakter pada tampilan rumah. Pada malam hari, pencahayaan yang tersembunyi di balik elemen fasad dan planter memperkuat kedalaman komposisi tersebut. Di dalam, material kayu, warna-warna netral, tanaman, dan pencahayaan hangat membentuk atmosfer yang tenang dan intim. Material yang konsisten antara elemen arsitektur dan interior membuat rumah terasa sebagai satu kesatuan, sementara taman-taman kecil menjadi elemen yang terus hadir dalam perjalanan ruang.
Seroja Living
Hide ListExpand List
Seroja Living adalah rumah dua lantai seluas ±120 m² yang berdiri di atas lahan kompak ±94 m². Berada di tengah lingkungan permukiman yang padat, rumah ini merespons keterbatasan tapak dengan menghadirkan taman-taman kecil yang berfungsi sebagai sumber cahaya, udara, sekaligus ruang transisi. Pada lantai dasar, living, dining, dan kitchen dirancang sebagai satu rangkaian ruang yang saling terhubung. Bukaan kaca menghadap taman memungkinkan vegetasi menjadi bagian dari pengalaman interior, menciptakan kesan ruang yang lebih luas sekaligus menghadirkan keseimbangan antara keterbukaan dan privasi.
Lantai dua menjadi area yang lebih privat, dengan kamar tidur utama, kamar anak, serta ruang keluarga tambahan. Di antara kedua lantai, tangga tidak hanya berperan sebagai sirkulasi, tetapi juga menjadi ruang vertikal yang menghubungkan aktivitas, cahaya, dan pandangan dari satu lantai ke lantai lainnya.
Ekspresi fasad dibentuk melalui komposisi bidang sederhana berwarna terang, bidang batu berwarna gelap, dan bingkai kayu yang menaungi teras lantai dua. Permainan bidang solid dan void menciptakan lapisan privasi sekaligus memberikan karakter pada tampilan rumah. Pada malam hari, pencahayaan yang tersembunyi di balik elemen fasad dan planter memperkuat kedalaman komposisi tersebut. Di dalam, material kayu, warna-warna netral, tanaman, dan pencahayaan hangat membentuk atmosfer yang tenang dan intim. Material yang konsisten antara elemen arsitektur dan interior membuat rumah terasa sebagai satu kesatuan, sementara taman-taman kecil menjadi elemen yang terus hadir dalam perjalanan ruang.